Ekonomi Berasas Islam
Ekonomi Berasas Islam

Walaupun gagasan dari negara-negara muslim tentang ekonomi syariah baru beberapa tahun belakangan ini. Namun al-qur’an sendiri sebenarnya telah menerangkan tentang hal tersebut sudah dalam waktu yang cukup lama. Kemunculan dari beberapa bank syariah terutama bank syariah yang ada di Indonesia baru terlihat untuk beberapa tahun terakhir. Tapi dalam perkembangannya cukup pesat karena sudah banyak bank di Indonesia yang menggunakan prinsip kajian islam dalam menjalankan kegiatan-kegiatan keuangannya.

Dalam sebuah kegiatan ekonomi tentu ada prinsip ekonomi yang dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan sebuah ekonomi sistem syariah. Terdapat beberapa prinsip yang mengatur tentang ekonomi yang umumnya dilakukan oleh bank syariah. Prinsip ekonomi yang berbasis syariah yang pertama adalah mengenai riba. Dalam agama islam riba adalah salah satu sistem ekonomi yang dilarang oleh agama karena di anggap memeberatkan atau merugikan salah satu pihak saja. Berikut ini adalah macam-macam riba yaitu:

  1. Riba kaitannya dengan utang piutang
  2. Riba yang terkait dengan jual beli.

Dari dua jenis riba yang ada di atas masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis riba. Untuk riba yang terkait utang piutang di dalamnya ada riba qarth dan riba jahiliyah. Sementara untuk riba yang ada di dalam kelompok dua salah satunya adalah riba fadhl. Semua jenis riba tidak sesuai dengan konsep ekonomi syariah karena biasanya riba hanya menguntungkan satu pihak saja dalam transaksi ekonomi.