stimulasi anak
stimulasi anak

Ada 4 hal yang bisa dilihat perkembangan kecerdasan seorang anak yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, dan kemampuan sosial. Orang tua dapat melakukan berbagai stimulasi anak untuk mengoptimalkan 4 hal tersebut

Setiap orang tua pasti merasa bahagia memiliki anak yang cerdas. Berbagai upaya dan stimulasi dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan anak. Seorang anak yang cerdas dapat dikenali dari proses perkembangan anaknya saat anda mengasuh anak. Anda dapat melakukan stimulasi anak berdasarkan tahapan usia. Orang tua harus memperhatikan pangan (nutrisi), papan (rumah yang layak), dan kesehatan anak. Agar kecerdasan anak bisa berkembang secara optimal.

Ada 4 area yang bisa dilihat perkembangannya yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, dan kemampuan sosial. Orang tua dapat melakukan berbagai stimulasi anak untuk mengoptimalkan 4 hal tersebut. Adapun macam – macam stimulasi yang bisa dilakukan adalah:

  1. Usia 3 – 4 tahun

Kemampuan anak umur 3 – 4 tahun hampir sama dengan anak yang berusia 1 -2 tahun. Hanya saja mereka lebih aktif dalam melakukan aktifitas lempar – tangkap bola, saat bermain, atau saat berinteraksi. Ada kemampuan motorik kasar yang harus lebih dikembangkan pada anak usia ini.

Kemampuan motorik kasar berupa melompat dengan 2 kaki, memanjat tali, menendang dengan kaki kiri dan kanan. Untuk stimulasi anak pada kemampuan motorik kasar dengan cara mencontohkan jalan zigzag, berjalan dan berlari mundur, melompat ke berbagai arah dengan menggunakan kedua kali, melempar bola ke sasaran, mencoret – coret berbagai bentuk geometri dalam rangka mengembangkan otak kanan dan otak kiri, dan juga menggerakan kedua tangan dan kaki dengan memukul drum.  

Gerak motorik halus melibatkan kemampuan anak untuk koordinasi mata dan tangan seperti memantul – mantulkan bola, menangkap bola yang berdiameter beragam, ketermpilan mencoret – coret semakin baik.

2. Usia 5 – 6 tahun

Pada usia ini, seluruh gerakan kinestetiknya telah bekerja secara efektif dan efisien. Tetapi pada usia ini mereka kurang senang bermain yang melibatkan motorik kasar. Mereka lebih menyukai permainan – permainan dengan menggunakan motorik halus seperti bermain puzzle, balok, bongkar pasang mobil dan mulai menyukai game yang ada di komputer. Faktor keturunan bukanlah faktor yang sangatpenting dalam meningkatkan perkembangan anak. Perlu nutrisi yang baik dan dilakukan stimulasi anak pada usia – usia emas ini.