Sumber : http://deliagency.com/wp-content/uploads/2016/05/vlogging-vs-Blogging.jpg
Sumber : http://deliagency.com/wp-content/uploads/2016/05/vlogging-vs-Blogging.jpg

Saat ini, YouTube adalah salah satu situs yang paling populer. Bahkan YouTube menjadi mesin pencari yang dikunjungi setelah Google. Inilah mungkin yang menyebabkan di luar sana banyak yang berlomba-lomba membuat konten video, salah satunya vlog.

Vlog atau video blog, banyak disebut sebagai transformasi blog baru dengan sajian konten visual dan audio yang lebih nyata. Biasanya sih vlog berisikan kegiatan pribadi, misalnya saat traveling atau melakukan aktivitas yang dianggap penting.

Dengan hadirnya vlog, bagaimana nasib blog? Apakah tetap mempertahankan tahtanya sebagai sebuah konten yang menarik untuk dibuat? Yuk, kita ulas satu per satu.

Vlog

Video blog atau vlog bisa kita temukan dengan mudah di YouTube. Banyak konten menarik di sana yang bisa kita temukan secara real, dalam arti kita tidak hanya membayangkan suatu kondisi yang digambarkan seperti apa. Namun, kita bisa melihatnya secara langsung dalam video tersebut.

Namun sayangnya, masih banyak creator vlogger membuat video seadanya, mungkin karena persaingan atau sudah keburu ingin meraup keuntungan dari YouTube sehingga membuatnya tanpa persiapan yang matang.

Di Indonesia sendiri sebenarnya vlog cukup berkembang. Banyak YouTubers yang konten vlognya cukup dinantikan oleh para subscriber-nya. Namun, ini tidak diimbangi dengan harga kuota yang mendukung. Kita tahu sendiri, umumnya masyarakat Indonesia mengakses YouTube melalui smartphone dengan koneksi mobile network, sedangkan menonton video butuh kuota yang tidak sedikit.

Blog

Berbeda dengan vlog, blog justru lebih simpel. Hanya dengan tulisan, seolah membiarkan orang berimajinasi tentang isi tulisanmu sendiri. Tulisan dalam sebuah blog juga sangat mudah dibuat jika dibandingkan dengan konten video.

Kelebihan lain sebuah konten dalam blog adalah terkait dengan Google itu sendiri. Google sebagai mesin pencari nomor satu di dunia memungkinkan blog akan muncul di halaman pertama pencarian. Meski YouTube juga milik Google, tampaknya Google tetap menomorsatukan konten blog atau website daripada video YouTube dalam halaman pencarian.

Siapa bilang konten blog tidak interaktif? Dalam konten blog, juga memungkinkan kamu untuk memasukkan konten lain selain tulisan, video, atau foto misalnya. Ini menjadikan blog semakin menarik lho.

Paling tidak, untuk saat ini, sebuah blog masih menarik dan tidak akan pernah terlambat jika kamu ingin mulai memiliki sebuah blog. Sementara untuk video, butuh effort dan keahlian tertentu untuk membuatnya. Namun, kamu tetap bisa menggabungkan keduanya (teks dan video) dalam website khusus. Sebagai contoh, website coffeesmithjkt.net milik Muhammad Aga, founder Coffeesmith sekaligus pecinta kopi yang menjadikan website berdomain .net sebagai medium storytelling.

Memiliki website adalah jadi salah satu cara Aga mengangkat passion-nya terhadap kopi menjadi bisnis, yang bisa kamu ikuti. Lihat cerita Aga di video http://bit.ly/2CfWKMi.

Jadi manakah yang kamu pilih? Buat kamu yang ingin memiliki blog, miliki nama dengan salah satu TLD terpopuler seperti .net agar blogmu kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Kamu juga bisa cek jawabkenapamudengan.net untuk informasi lengkapnya.