perhiasan nusantara
perhiasan nusantara

Dari sekian banyak penduduk Indonesia saat ini, mungkin hanya 10% saja yang mengetahui bahwa negara ini memiliki beberapa koleksi perhiasan nusantara dari the palace. Kemewahan perhiasan ciri khas nusantara ini dibuat sangat apik, sehingga kualitas dan tampilan desain nya pun tidak kalah menarik dengan produk-produk luar negeri.

Dengan dukungan bahan baku asli tanah nusantara, perhiasan yang satu ini pun dapat dirancang dengan struktur yang begitu rapi oleh tangan desainer ahli yaitu Samuel Wattimena.

Koleksi-koleksi perhiasan nusantara saat ini terbilang cukup banyak, bahkan hampir semua pesanan sudah terpenuhi. Jenis perhiasan tersebut di antaranya, seperti jenis Pending dari masyarakat peranakan, atau Mamuli, Taka dan Marangga dari Nusa Tenggara Timur.

Ketika Anda menemukan jenis perhiasan-perhiasan tersebut, jangan kaget jika merasakan adanya suatu hal yang berbeda dan unik dari khas nusantara pada desain perhiasan tersebut.

Dengan adanya The Palace yang bekerjasama dengan Samuel Wattimena sebagai desainer perhiasan profesional, akhirnya kejayaan perhiasan nusantara ini berhasil menggemparkan dunia. Adapun koleksi perhiasan yang dibuatnya, antara lain seperti seri Nusa, seri Anta, dan Seri Tara. Seperti apa saja spesifikasi dari ketiga koleksi perhiasan nusantara tersebut?

1. Seri Nusa

Spesifikasi perhiasan yang satu ini mewakili beberapa rangkaian kepulauan dari wilayah Barat Indonesia. Desainer perhiasan bersama The Palace berhasil menciptakan Siluet Pending, yaitu dalam bentuk kalung, anting, dan cincin. Tampilan nya menjadi lebih modern dan elegan, tentunya tidak seperti dulu yang masih terkesan kuno. 

Dengan adanya sentuhan apik dari berbagai motif tambahan pada perhiasan tersebut, tentunya tidak mengurangi ciri khas perhiasan yang beralasan dari tanah nusantara ini. 

2. Seri Anta

Kedua, yaitu diciptakannya perhiasan khas Nusantara  yang diadopsi dari bagian tengah Indonesia, yaitu berupa perhiasan antik khas masyarakat NTT. Seri ini pun berhasil menghadirkan tiga Siluet, yaitu Taka, Mamuli, dan Marangga. 

Samuel sendiri membuatnya dengan berbagai motif tambahan, tetapi tidak mengurangi sedikitpun esensi khas nusantara dari perhiasan tersebut.

3. Seri Tara

Terakhir, yaitu Seri Tara. Perhiasan ini mewakili wilayah Timur Indonesia yang terinspirasi dari Pepek Sortil, Belak, dan Mas Bulan Base. Apakah itu? Seperti halnya kebiasaan masyarakat setempat dalam mempercayai sesuatu. Jadi intinya, perhiasan Seri Tara tersebut mengadopsi kepercayaan masyarakat dengan berbagai perumpamaan yang cukup diyakini oleh masyarakat setempat.