fisioterapi stroke
fisioterapi stroke

Pada dasarnya gaya hidup yang tidak sehat memang dapat memicu beragam jenis penyakit, termasuk diantaranya adalah penyakit yang semakin rentan menyerang ketika sudah lanjut usia yaitu stroke. Pastinya banyak yang sudah tidak asing dengan kondisi yang satu ini bukan. Yaitu sebuah keadaan ketika memang aliran darah yang membawa oksigen berkurang ke otak. Sebagaimana yang diketahui bahwa otak ini termasuk dalam organ yang sangat vital. Karena memang ia mengatur seluruh aktivitas atau kegiatan yang ada dalam tubuh.

Jika seandainya kondisi tersebut tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, tentunya akan berdampak serius. Bahkan bisa menyebabkan kematian, itulah mengapa stroke ini disebut juga sebagai penyakit the silent killers, karena dapat membunuh secara diam-diam. Waspadai jika seandainya Anda sudah mulai merasakan gejala awal dari penyakit stroke tersebut sebelum nantinya bertambah parah. Bahkan ada banyak sekali diantara alternatif pengobatan yang ditawarkan untuk menanganinya. Mulai dari konsumsi obat-obatan oral sampai dengan dilakukan terapi.

Bentuk terapinya sendiri beragam, mulai dari fisioterapi, kemudian juga ada terapi bicara dan juga terapi psikologis. Terapi-terapi ini dilakukan untuk meningkatkan kembali kualitas hidup dari penderitanya. Tidak perlu khawatir mengingat memang pada dasarnya ada banyak sekali jasa-jasa yang menawarkan alternatif fisioterapi stroke, sehingga Anda cukup memilah-milih yang terbaik saja sebelum nantinya stroke bertambah parah. Patut untuk diketahui bahwa pada dasarnya penyakit ini bisa memicu beragam komplikasi berat, seperti diantaranya adalah:

  1. Masalah pada sistem saraf, penyakit stroke ini ditandai dengan adanya kematian pada jaringan otak. Jadi tidak heran jika seandainya komplikasi utama yang akan dialami oleh pasien juga berhubungan dengan sistem saraf, dimana memang jika dibiarkan akan ada semakin banyak lagi sel-sel otak yang nantinya mengalami kematian, terjadinya aktivitas listrik yang abnormal pada otak sehingga menyebabkan kejang, jadi juga sangat riskan untuk terkena serangan stroke yang berulang.
  2. Infeksi, setelah terserang stroke, maka tidak dapat dipungkiri jika seandainya seseorang akan lebih mudah untuk terkena infeksi. Terutama adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan dan juga saluran kemih, misalnya saja adalah pneumonia, karena memang penderita stroke akan mengalami keterbatasan gerak.
  3. Masalah pada anggota gerak, terjadinya kelemahan atau kelumpuhan otot setelah serangan stroke akan menyebabkan anggota gerak juga bermasalah. Timbul rasa nyeri pada bagian bahu, apalagi ketika akan dipakai beraktivitas, sehingga menyulitkan untuk melakukan aktivitas seperti sedia kala. Jika hal ini tidak diimbangi dengan adanya latihan atau fisioterapi, secara otomatis akan memicu masalah yang lebih serius layaknya disabilitas.
  4. Komplikasi yang disebabkan oleh imobilisasi, keterbatasan kemampuan dalam bergerak pada pasien stroke akan menyebabkan masalah jangka panjang yang lebih serius. Diantaranya adalah resiko yang semakin tinggi untuk terserang penyakit DVT, yaitu pembekuan darah yang terjadi pada pembuluh vena. Selain itu hal ini juga bisa menyebabkan munculnya ulkus dekubitus.
  5. Kurangnya nutrisi, penderita stroke akan mengalami masalah yaitu kesulitan di dalam menelan makanan, hal ini secara otomatis akan membuat konsumsi makanan mereka juga turun secara drastis, tak heran jika seandainya banyak kondisi yang menyebabkan penderitanya mengalami kekurangan nutrisi.

Banyak bukan dampak-dampak berbahaya yang bisa disebabkan oleh penyakit stroke ini. itulah mengapa stroke dikatakan juga sebagai jenis penyakit yang menurunkan kualitas hidup penderitanya. Untuk itu harus dilakukan pengobatan secara intensif.