Ketika ASI eksklusif sudah terpenuhi maka tidak sedikit para orang tua yang bingung apakah tetap memberikan susu anak? Dan jawabannya adalah perlu.

Namun, jenis susu yang diberikan nantinya masih berfungsi sebagai pelengkap dikarenakan si kecil akan mendapatkan asupan makanan sehat sebagai poin utama.

Bagi Anda yang sering berbelanja di pusat perbelanjaan atau toko online, maka cukup banyak penawaran jenis susu yang bisa dipilih. Mulai dari variasi sesuai dengan usia, kandungannya hingga jenis susu.

Nah, kondisi seperti inilah yang terkadang membuat banyak orang tua yang bingung menentukan pilihan terlebih bagi si kecil yang baru saja lepas ASI.

Adapun langkah pertama adalah melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui apakah si kecil mengalami masalah medis seperti intoleransi laktosa.

Mengapa hal ini perlu? Karena selama si kecil menerima ASI banyak orang tua yang kurang mengetahui apakah alergi susu sapi atau intoleransi laktosa.

Kemudian, memilih susu anak lainnya adalah memastikan jenisnya yang tepat. Hal ini penting karena susu yang beredar di pasaran semuanya hampir sama seperti protein, karbohidrat dan lemak.

Namun, tidak sedikit juga susu yang diformulasi khusus seperti menggunakan bahan dari kacang kedelai yang dikonsumsi oleh anak intoleransi laktosa atau dikenal dengan alergi susu sapi.

Akan tetapi, sangat disarankan agar tidak memberikan susu dengan jenis ini jika si kecil ternyata alergi kacang kacangan.

susu anak

susu anak

Selain itu, ada juga susu hipoalergenik (HA) yang cocok untuk anak yang memiliki alergi terhadap protein susu atau tubuhnya kurang mampu menyerap nutrisi dengan baik.

Hanya saja, harga susu ini tergolong mahal sehingga Anda harus benar benar memutuskannya dengan tepat.

Terakhir, pastikan Anda mengetahui nutrisi yang terkandung pada susu tersebut seperti omega 3, asam arakidonat (ARA), dokos heksanoat (DHA), probiotik, prebiotik hingga zat besi.

Itulah penjelasan singkat mengenai susu anak yang sebaiknya orang tua ketahui. Hal ini penting mengingat banyaknya produk yang ditawarkan namun tidak semua cocok dikonsumsi oleh si kecil dikarenakan beberapa faktor.